Sejarah Monumen Lubang Buaya, Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI

Sejarah Monumen Lubang Buaya, Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI

Sejarah Monumen Lubang Buaya, Saksi Bisu Peristiwa G30S/PKI

Sejarah Indonesia – Terima Kasih pada anda yang sudah melihat beberapa dari diorama momen biadab yang dijalankan oleh PKI. Janganlah biarlah momen seperti itu terulang kembali. Cukup telah tetes darah serta air mata membasahi bumi pertiwi.

Sejarah Monumen Lubang Buaya

Demikianlah kalimat yang tercantum pada dinding Museum Pengkhianatan PKI. Histori kekejaman itu juga tertulis di kompleks Lubang Buaya yang ada di Pondok Gede, Jakarta Timur. Museum ini berdekatan dengan Lapangan Udara Halim Perdanakusuma serta tidak jauh dari Mabes TNI Angkatan Udara.

Museum lubang buaya didirikan serta diresmikan pada masa pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto. Maksudnya adalah untuk kembali kenang perjuangan beberapa pahlawan revolusi untuk membebaskan Indonesia dari ancaman ideologi komunis.

Kompleks museum lubang buaya terbagi dalam Monumen Pancasila Sakti, Ruang Penyiksaan, Museum Pengkhianatan PKI, Dapur Umum PKI, Pos Komando PKI, Museum Paseban, area teater dan Sumur Maut berkedalaman 12 mtr. serta berdiameter 75 cm yakni tempat dikuburnya ke tujuh jenderal yang diculik PKI.

Di museum pengkhianatan PKI sebelum saat area diorama, ada area yang menghadirkan tiga mosaik, diantaranya korban keganasan pemberontakan PKI di Madiun pada 1948, pengangkatan jenazah 7 pahlawan Revolusi di lubang buaya pada 4 Oktober 1965, serta Sidang Mahkamah Militer Luar Umum pada beberapa tokoh PKI th. 1966-1967.

Masuk lorong diorama, ada satu diantara diorama yang dikerubungi pengunjung, yaitu pemberontakan PKI di Madiun th. 1948. Diorama itu menceritakan waktu Republik Indonesia repot hadapi Belanda, PKI bikin lancar kampanye politik menyerang pemerintah, lakukan tindakan teror, mengadu domba angkatan bersenjata serta lakukan sabotase ekonomi.

Pada 18 September 1948 awal hari, PKI lakukan tindakan pembunuhan pada beberapa tokoh militer, petinggi pemerintah, serta tokoh warga di Madiun. PKI selanjutnya menginformasikan berdirinya Soviet Republik Indonesia dan pembentukan Pemerintah Front Nasional di Gedung Karesidenan Madiun.

Monumen Pancasila – Rumah Penyiksaan

Diluar itu, di tempat Monumen Pancasila ada satu tempat tinggal kecil yang di kenal dengan nama Tempat tinggal Penyiksaan. Ketika terjadinya pemberontakan, tempat tinggal ini dipakai oleh pasukan G30S PKI jadi tempat menarik serta menyiksa beberapa Jenderal, sebelum saat pada akhirnya dibunuh sampai dimasukkan kedalam sumur maut.

Setelah itu di museum Paseban, ada diorama perihal momen G30S PKI di mulai dari rapat persiapan pemberontakan, penculikan beberapa Jenderal, serta tertembaknya Ade Irma Suryani Nasution yaitu putri dari Jenderal A. H Nasution yaitu perwira tinggi tujuan penculikan yang sukses melarikan diri.

Melihat histori yang diceritakan di museum ini, buat tempat ini senantiasa ramai pengunjung. Diantaranya, murid-murid sekolah, warga, atau sanak keluarga yang mengisi jeda luang untuk mengedukasi putra-putrinya supaya selalu mengingat jasa perjuangan pahlawannya.

” Siswa di ajak kesini menurut saya satu diantaranya untuk menyadari agama kalau manusia mesti beragama, dikarenakan yang kita mengerti komunis itu tidak mengetahui Tuhan. Apapun agamanya yang diyakini di Indonesia itu juga akan membawa Indonesia maju serta baik, ” ujar kepala sekolah TPQ Ittihad Alliyah di Monumen Pancasila Sakti, Lubang buaya, Jakarta Timur, Kamis (21/7) .

Keadaan museum lubang buaya ini juga masih tetap bagus, benda histori dan dioramanya terlihat tertangani. Halamannya bersih serta taman taman di sekelilingnya senantiasa dilestarikan.

“Perhatian pemerintah pada museum ini cukup bagus, mereka sangatlah memerhatikan museum di Indonesia, serta monumen nasional, atau museum-museum yang berada di lingkungan TNI,” kata Kepala Monumen lubang buaya Winarsih di tempat, Jakarta Timur, Rabu, (21/7) .

Di peluang yang sama, Kepala Monumen Lubang Buaya Winarsih harapkan, generasi muda lebih menyukai negara, lebih mengetahui histori serta bangsanya.